
NAGEKEO NTT Terranusanews.com – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Nagekeo selama beberapa bulan terakhir menjadi ujian serius bagi sejumlah proyek pembangunan jalan yang sedang berlangsung. Di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu itu, beberapa titik ruas jalan Ngera – Nuasele menuju Mauponggo dilaporkan mengalami retakan pada permukaan aspal akibat kondisi agregat yang basah.
Ruas jalan tersebut saat ini sedang dikerjakan oleh PT Novita Karya Taga (NKT) dalam program preservasi jalan nasional yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah IV NTT di bawah Balai Pelaksana Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur.
Meski kerusakan muncul di beberapa titik, pihak kontraktor memastikan bahwa seluruh pekerjaan perbaikan sedang dilakukan dan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan hingga proses Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama kepada pemerintah.
Direktur PT NKT melalui staf teknis lapangan, Yohanes Ta’a Ndoa, menjelaskan bahwa kondisi alam menjadi faktor utama yang mempengaruhi kualitas lapisan aspal pada tahap awal pekerjaan tersebut.
Menurutnya, hujan yang turun dengan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama menyebabkan material agregat yang digunakan sebagai lapisan dasar perkerasan jalan menjadi basah. Kondisi ini berpengaruh pada daya ikat aspal sehingga di beberapa titik muncul keretakan pada permukaan jalan.
“Kerusakan yang terlihat ini sebagian besar disebabkan oleh faktor alam karena curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir. Saat agregat terkena air hujan dan menjadi basah, daya ikat aspal bisa berkurang sehingga pada beberapa titik terjadi retakan,” jelas Yohanes.
Ia menegaskan bahwa PT NKT tidak tinggal diam terhadap kondisi tersebut. Saat ini perusahaan telah mengerahkan alat berat dan tenaga kerja untuk memperbaiki seluruh titik yang mengalami kerusakan di sepanjang ruas jalan tersebut.
Proses perbaikan dilakukan dengan membongkar bagian permukaan aspal yang retak, kemudian mengganti agregat yang basah atau tercampur lumpur dengan material baru yang kering agar kualitas konstruksi jalan tetap terjaga.
“Semua agregat yang basah kami bongkar dan diganti dengan agregat yang kering. Jadi pekerjaan perbaikan ini dilakukan secara menyeluruh supaya kualitas jalan tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak,” ujarnya.
Yohanes juga memastikan bahwa seluruh kerusakan jalan yang terjadi sebelum maupun sesudah proses PHO tetap menjadi tanggung jawab PT NKT sebagai penyedia jasa konstruksi.
“Seluruh kerusakan sebelum ataupun sesudah PHO nanti tetap menjadi tanggung jawab kami. Kami berkomitmen menyelesaikan seluruh pekerjaan ini sesuai kontrak,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa faktor cuaca masih menjadi kendala utama dalam proses pekerjaan di lapangan. Hujan yang turun hampir setiap hari menyebabkan sebagian agregat kembali basah sehingga proses penghamparan material harus menunggu kondisi cuaca yang lebih baik.
“Kalau cuaca cerah, pekerjaan bisa lebih cepat karena agregat bisa kering dan langsung dihampar. Tapi kalau hujan turun terus, agregatnya kembali basah sehingga harus diganti lagi,” katanya.
Pantauan media ini di lapangan menunjukkan aktivitas perbaikan masih berlangsung di sejumlah titik ruas jalan Ngera – Nuasele menuju Mauponggo. Beberapa pekerja terlihat melakukan pembongkaran pada bagian permukaan aspal yang retak serta mengganti agregat yang tercampur tanah atau lumpur akibat hujan. Selain pekerja lapangan, alat berat juga terlihat dikerahkan untuk memperbaiki lapisan dasar jalan yang mengalami penurunan.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.1 Satker PJN Wilayah IV NTT, Richar Manukoa, S.Tr.T, mengatakan bahwa proyek preservasi jalan tersebut memang dikerjakan dalam kondisi cuaca yang cukup menantang.
Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi selama beberapa bulan terakhir menyebabkan pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Namun demikian, pihak kontraktor tetap menyatakan kesanggupan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut meskipun harus menanggung denda keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Proyek ini dikerjakan dalam kondisi curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengalami keterlambatan dari jadwal kontrak. Namun kontraktor telah menyanggupi untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut meskipun denda sudah berlaku,” ujar Richar.
Ia juga menjelaskan bahwa proyek preservasi jalan ini tetap diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Nagekeo.
“Karena ini proyek jalan nasional, kita berharap ke depan memiliki asas manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Setelah proses Provisional Hand Over (PHO) dilakukan, PT NKT masih memiliki kewajiban untuk melakukan pemeliharaan jalan selama satu tahun penuh. Masa pemeliharaan tersebut dihitung sejak tanggal PHO hingga menjelang proses Final Hand Over (FHO) atau serah terima akhir pekerjaan.
Dalam periode tersebut, kontraktor wajib memperbaiki apabila terjadi kerusakan seperti retakan aspal atau kerusakan lain yang muncul setelah pekerjaan selesai.
“Masa pemeliharaan ini berlaku selama satu tahun setelah PHO. Jadi kalau ada retakan atau kerusakan lain dalam periode itu, kontraktor tetap berkewajiban melakukan perbaikan,” jelas Richar.
FHO sendiri merupakan tahap akhir untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan benar-benar telah selesai sesuai kontrak sebelum diserahterimakan sepenuhnya kepada pemerintah. Tahap ini juga menjadi dasar bagi pengembalian retensi atau jaminan pemeliharaan kepada kontraktor setelah seluruh pekerjaan dinyatakan layak.
Dalam proyek preservasi jalan di wilayah tersebut, pekerjaan memang dibagi kepada dua perusahaan yang menangani ruas berbeda. Untuk ruas jalan Ngera – Nuasele menuju Mauponggo, pekerjaan dilaksanakan oleh PT Novita Karya Taga (NKT).
Sedangkan ruas jalan Wio – Ngera ditangani oleh PT Bina Citra Teknik Cahaya (BCTC). Kendaraan pengangkut material milik PT BCTC yang mengerjakan ruas Wio – Ngera diketahui melintasi jalur pesisir pantai selatan melalui wilayah Kotadurimali, Witurombaua, Maundai, Maunori hingga Lewangera, sebelum menuju lokasi pekerjaan di Wio dan Ngera.
Sementara itu, distribusi material untuk pekerjaan pada ruas Ngera – Nuasele menuju Mauponggo yang dikerjakan oleh PT NKT melalui arah barat dari wilayah Mauponggo menuju lokasi proyek. Pembagian jalur distribusi material tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan akses jalan yang tersedia serta lokasi pekerjaan masing-masing perusahaan di lapangan. (Tim Terranusanews.com)




