
WITUROMBAUA Terranusanews.com — Suasana penuh haru dan persaudaraan menyelimuti Desa Witurombaua, Kecamatan Keo Tengah, Kabupaten Nagekeo, Jumat, 15 Mei 2026. Di atas sebidang tanah yang dengan tulus diserahkan keluarga besar Sa’o Dando Romba, masyarakat berkumpul menyaksikan peletakan batu pertama pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Witurombaua.

Namun lebih dari sekadar seremoni pembangunan, momentum itu menjadi gambaran nyata tentang kuatnya persatuan masyarakat Witurombaua. Hari itu, tiga kekuatan besar dalam kehidupan masyarakat adat Witurombaua seolah menyatu dalam satu halaman, agama, adat, dan pemerintah. Tiga tungku kehidupan itu duduk bersama, berjalan bersama, dan meletakkan harapan bersama bagi masa depan desa.
Di bawah tenda sederhana yang berdiri di tengah tanah pembangunan, para mosalaki/tokoh adat duduk berdampingan dengan pemerintah desa, perwakilan kecamatan, anggota DPRD, aparat TNI, dan tokoh agama. Tidak ada sekat. Semua hadir dalam semangat yang sama, membangun masa depan masyarakat desa.



Kegiatan diawali dengan upacara sabda yang dipimpin Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Maunori, RD. Inosensius Dura. Dalam doa dan renungan yang dibawakannya, pastor mengajak masyarakat untuk menjadikan pembangunan koperasi tersebut sebagai karya bersama yang lahir dari iman, persaudaraan, dan cinta terhadap kampung halaman.
Suasana hening menyelimuti lokasi ketika doa dipanjatkan. Wajah-wajah masyarakat tampak penuh harapan. Sebab mereka sadar, koperasi yang dibangun itu bukan hanya bangunan ekonomi, tetapi simbol perjuangan bersama untuk kehidupan yang lebih baik.
Usai ibadat sabda, suasana berubah menjadi sakral dan penuh nuansa budaya ketika prosesi adat dimulai. Para mosalaki/tokoh adat dan pemilik tanah melakukan seremoni penghormatan kepada leluhur. Di situlah tampak jelas bahwa masyarakat Witurombaua tidak meninggalkan akar budayanya di tengah pembangunan modern.
Batu pertama diletakkan langsung oleh pemilik tanah, Bapak Yonas Nuga, disaksikan keluarga besar Sa’o Dando Romba dan seluruh masyarakat. Batu itu kemudian diserahkan secara simbolis kepada pemerintah desa, dilanjutkan kepada pemerintah kecamatan, unsur TNI, dan anggota DPRD Kabupaten Nagekeo. Prosesi itu seakan menjadi simbol estafet tanggung jawab, dari tanah leluhur kepada pemerintah dan masyarakat demi masa depan bersama.
Hadir dalam kegiatan tersebut pemilik tanah Bapak Yonas Nuga, Bapak Egidius Ta’a bersama seluruh keluarga besar Sa’o Dando Romba, Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo Fraksi Partai NasDem Dapil II Keo Tengah, Nangaroro dan Mauponggo, Anton Sukadame Wangge, Camat Keo Tengah yang diwakili Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kecamatan Keo Tengah Bapak Oswaldus Siga Ta’a, Danposramil Keo Tengah Serka Yohanes S. Iwa, para mosalaki/tokoh adat Romba, Ua dan Mauara, tokoh masyarakat, Ketua dan anggota BPD, pemerintah desa, serta masyarakat Desa Witurombaua.
Dalam sambutannya, Bapak Egidius Ta’a yang mewakili keluarga pemilik tanah menyampaikan bahwa tanah tersebut diberikan dengan hati yang tulus demi masa depan generasi muda.
“Hari ini kita semua duduk bersama membangun Gerai Koperasi Desa Merah Putih Witurombaua. Pemerintah desa sudah berusaha mencari tanah, dan kami mendukung program pemerintah pusat demi anak-anak kita ke depan,” ujarnya.
Ia mengakui bahwa di atas tanah tersebut terdapat tanaman umur panjang yang selama ini menjadi sumber kehidupan keluarga. Namun semuanya direlakan demi kepentingan bersama.
“Ada tanaman umur panjang di tanah ini, tetapi kami tidak pikir lagi demi mendukung masa depan anak-anak kita. Kami tidak minta uang siri pinang. Tujuan peletakan adat ini adalah menghargai leluhur kita,” katanya dengan suara bergetar.
Ungkapan itu membuat suasana menjadi emosional. Sebagian masyarakat tampak menundukkan kepala. Sebab di balik pembangunan itu, ada pengorbanan besar yang lahir dari hati yang rela memberi.

Egidius Ta’a juga mengingatkan masyarakat agar menjaga semangat persatuan dan gotong royong.
“Saya minta kamu semua kerja sama. Budaya kita sudah mengajarkan itu. Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul. Ini bukan saya marah, tetapi pesan orang tua untuk semua masyarakat Witurombaua,” ungkapnya.
Sementara itu, Camat Keo Tengah melalui Kasi Pemerintahan Desa, Bapak Oswaldus Siga Ta’a, mengatakan bahwa pembangunan KDMP Witurombaua menjadi bukti bahwa pembangunan desa hanya bisa berjalan jika masyarakat, adat, Agama dan pemerintah saling mendukung.
“Di Kecamatan Keo Tengah baru dua desa yang membangun gerai seperti ini. Kesulitan terbesar kami adalah tanah aset desa maupun aset pemerintah daerah. Kalau pun ada, banyak yang letaknya di jurang. Karena itu hari ini kita bersyukur karena masyarakat memberikan dukungan penuh,” jelasnya.
Ia berharap koperasi tersebut nantinya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Kita berharap pembangunan hari ini benar-benar membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Witurombaua,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama. Anggota DPRD Kabupaten Nagekeo, Anton Sukadame Wangge, juga memberikan apresiasi atas kuatnya persatuan masyarakat Witurombaua.
“Hari ini kita melihat sendiri bagaimana agama, adat, dan pemerintah bersatu membangun desa. Ini kekuatan besar yang harus dijaga,” katanya.
Menurutnya, program Koperasi Desa Merah Putih merupakan program pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa.
“Koperasi ini harus membantu masyarakat dalam bidang ekonomi. Kami menyampaikan terima kasih kepada ine tanah ame watu (Para Pemilik Lahan Red) yang sudah ikhlas memberikan tanah demi pembangunan ini,” ujarnya.
Ia berharap koperasi tersebut ke depan menjadi ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat, membantu petani, membuka peluang usaha, dan memperkuat kesejahteraan warga desa.
Ketua BPD Desa Witurombaua yang diwakili Bapak Didimus Wawo pada kesempatan itu menyampaikan bahwa pengorbanan keluarga pemilik tanah menjadi contoh besar bagi masyarakat Desa Witurombaua.
“Mereka menyerahkan tanah tanpa meminta imbalan apa pun. Bahkan tanaman umur panjang pun direlakan demi pembangunan desa. Ini bentuk cinta terhadap kampung halaman dan anak cucu kita dimasa mendatang, atas nama BPD Desa Witurombaua saya menyampaikan terima kasih atas pengornanan dan jasa baik dari keluarga besa Sa’o Dando,” katanya.
Sementara Kepala Desa Witurombaua melalui Sekretaris Desa Zakarias Ndiwa menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung pembangunan KDMP.
“Kegiatan hari ini membuktikan bahwa ketika agama, adat, dan pemerintah bersatu, maka pembangunan desa akan berjalan baik. Ini bukan hanya bangun gedung, tetapi membangun harapan masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa koperasi tersebut nantinya akan menjadi lumbung pangan dan pusat penguatan ekonomi masyarakat Desa Witurombaua. Pada kesempatan yang sangat berharga ini tak lupa atas nama kepala desa Witurombaua saya menyampaikan terima kasih kepada pemilik tanah serta seluruh keluarga besar Sa’o Dando yang telah dengan rela menyerahkan tanhnya kepada pemerintah desa Witurombaua untuk pembangunan Gerai KDMP dan kami juga menyampaikan terima kasih kepada Bapak Anton Sukadame Wangge yang telah membantu kami dalam melancarkan peletakan batu pada hari ini, harapan kami semoga kedepan kita selalu bekerja sama dengan bapak Anton Sukadame Wangge yang sudah kami anggap sebagai saudara dan keluarga kami di Witurombaua.
Menjelang akhir kegiatan, masyarakat masih bertahan di lokasi pembangunan. Anak-anak bermain di sekitar tenda, para orang tua berbincang pelan, sementara para tokoh adat memandang lokasi pembangunan dengan mata penuh harapan.
Hari itu, di atas tanah yang diberikan dengan tulus oleh keluarga besar Sa’o Dando, masyarakat Witurombaua tidak hanya meletakkan batu pertama sebuah bangunan. Mereka sedang meletakkan fondasi persatuan. Fondasi tentang bagaimana agama menjaga moral, adat menjaga akar budaya, dan pemerintah menjaga arah pembangunan. Tiga tungku itu kini menyala bersama di Witurombaua. Dan dari nyala itulah, masyarakat berharap masa depan desa akan tumbuh lebih kuat untuk anak cucu mereka kelak.
ditulis oleh : Irminus Deni
Editor : Tim Redaksi Terranusanews.com

