Ende NTT Terranusanews.com – Mengawali bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, suasana religius menyelimuti Kota Ende. Di tengah lantunan ayat-ayat suci dan doa yang mengalun lembut dari saf-saf jamaah, jajaran Polres Ende memilih hadir bukan dengan sirene, melainkan dengan silaturahmi.

Selasa malam (24/2/2026), Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata, S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Ende melangkah masuk ke Masjid Jami Babul-Fath, Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara. Bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi sebuah pesan kuat, keamanan dan iman harus berjalan beriringan.

Kehadiran orang nomor satu di Polres Ende itu disambut hangat oleh Wakil Ketua Takmir Masjid, Bapak Ibrahim Mahmud, bersama para tokoh agama dan jamaah. Malam itu, tak ada jarak antara seragam cokelat dan sarung putih. Semua larut dalam ibadah. Kegiatan diawali dengan sholat Isya dan Tarawih berjamaah. Dalam kekhusyukan itu, Kapolres dan jajarannya berdiri sejajar dengan masyarakat, membaur sebagai sesama hamba yang memohon ampun dan keberkahan.

Usai ibadah, AKBP Yudhi Franata menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh jamaah. Namun, pesan yang dibawanya lebih dari sekadar formalitas Ramadhan. Ia berbicara tentang keamanan, tentang tanggung jawab bersama, tentang kewaspadaan yang harus tumbuh dari dalam diri.

Dalam imbauan Kamtibmasnya, Kapolres mengingatkan kembali “rumus klasik” terjadinya tindak pidana, niat dan kesempatan.

“Kalau ada niat dan ada kesempatan, di situlah kejahatan bisa terjadi. Maka kesempatan itu harus kita tutup,” tegasnya di hadapan jamaah.

Ia mengajak warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri. “Rasa aman itu dimulai dari diri kita. Kalau keluar rumah, pastikan pintu terkunci. Kalau parkir motor, gunakan kunci ganda. Jangan beri ruang pada kesempatan,” pesannya lugas.

Kalimat “jadilah polisi bagi diri sendiri” bukan sekadar slogan. Itu adalah ajakan membangun budaya sadar hukum dari rumah tangga, dari lorong-lorong kampung, dari masjid ke masjid.

Di hadapan jamaah, Kapolres juga memaparkan progres kinerja Polres Ende sejak 2024 hingga awal 2026. Ia mengakui, tantangan kamtibmas tidak ringan. Kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi perhatian serius.

Namun ia memastikan, jajarannya tidak tinggal diam. Sejumlah laporan polisi telah ditangani, pelaku berhasil diamankan, dan barang bukti disita. Upaya penegakan hukum terus berjalan, termasuk pengembangan kasus-kasus yang masih dalam proses penyelidikan. “Kami mohon doa dan dukungan masyarakat. Tanpa dukungan bapak ibu semua, tugas kami tidak akan maksimal,” ujarnya.

Pernyataan itu mengandung makna mendalam, polisi tidak bisa bekerja sendiri. Keamanan bukan hanya urusan aparat, tetapi tanggung jawab kolektif.

Kapolres juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah. Ia mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian atau informasi mencurigakan melalui layanan pengaduan yang tersedia.

“Laporkan segera. Jangan tunggu besar dulu baru bicara. Informasi sekecil apa pun sangat berarti,” tandasnya.

Safari Ramadhan malam itu menjadi ruang dialog, bukan sekadar kunjungan simbolik. Di tengah suasana penuh berkah, pesan tentang keamanan disampaikan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan menyentuh kesadaran.

Masyarakat Kelurahan Kotaraja pun menyambutnya dengan antusias. Senyum, jabat tangan, dan obrolan ringan selepas acara mencairkan sekat formal antara aparat dan warga. Momen foto bersama di akhir kegiatan memperlihatkan wajah-wajah penuh harap, harap akan Ramadhan yang damai, harap akan lingkungan yang aman.

Ramadhan adalah bulan introspeksi. Bulan di mana manusia diajak menahan diri, membersihkan hati, dan memperbaiki perilaku. Dalam konteks itulah, Safari Ramadhan Polres Ende menemukan relevansinya. Keamanan bukan hanya soal patroli dan penindakan, tetapi juga soal kesadaran moral dan partisipasi masyarakat.

Di Masjid Jami Babul-Fath malam itu, pesan yang mengemuka sederhana namun menggigit, jangan beri ruang bagi kejahatan. Tutup kesempatan. Perkuat kepedulian. Bangun komunikasi. Karena pada akhirnya, kota yang aman bukan hanya hasil kerja polisi, melainkan buah dari kesadaran warganya.

Melalui Safari Ramadhan ini, Polres Ende menegaskan komitmennya membangun kepercayaan publik. Di bulan penuh ampunan, mereka tidak hanya menjaga keamanan fisik, tetapi juga merawat jembatan hati antara aparat dan masyarakat.

Dan dari Kotaraja, pesan itu menggema, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menjaga sesama. Tentang memastikan bahwa setiap rumah bisa beristirahat dengan tenang, setiap masjid bisa beribadah dengan damai, dan setiap warga merasa dilindungi. Ramadhan 1447 H pun dimulai dengan satu ikhtiar bersama, iman yang khusyuk, dan keamanan yang terjaga. (005/TNN)