
Samuel Haning Tekankan Pentingnya AD/ART, Soliditas, dan Pemilihan Pengurus Berkualitas 2025–2030
TERRANUSANEWS.COM – Nagekeo.
Konferensi Kabupaten (Konkab) PGRI Nagekeo Masa Bakti IV Tahun 2020–2025 resmi dibuka pada Sabtu, 29 November 2025. Perhelatan ini dibuka secara virtual oleh Ketua PGRI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. Samuel Haning, S.H., M.H., C.Mc., didampingi Sekretaris Umum PGRI NTT, Uly J. Riwu Kaho, S.P., M.Si. Meski dilakukan melalui Zoom, suasana di aula tempat konferensi berlangsung tetap terasa khidmat dan penuh antusiasme para peserta.
Begitu layar utama menampilkan Ketua PGRI NTT, para peserta memberikan salam hormat bersama, menandai dimulainya forum lima tahunan yang penting ini. Konferensi yang dihadiri para delegasi dari berbagai cabang di Kabupaten Nagekeo tersebut menjadi salah satu momentum strategis untuk menata kembali struktur organisasi menuju periode baru 2025–2030.
Tekankan AD/ART sebagai Pedoman Tertinggi Organisasi
Dalam sambutannya, Samuel Haning menyampaikan ucapan syukur dan penghargaan atas terselenggaranya Konferensi Kabupaten PGRI Nagekeo. Ia memberi apresiasi kepada pengurus masa bakti sebelumnya yang dinilainya bekerja dengan penuh dedikasi meski menghadapi berbagai tantangan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa seluruh proses konferensi wajib mengikuti amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI sebagai pedoman tertinggi organisasi. Menurutnya, AD/ART adalah kompas yang memastikan setiap langkah dan kebijakan organisasi berjalan pada koridor yang benar.
“Konferensi ini harus berjalan sesuai AD/ART. Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk memastikan kesinambungan perjuangan PGRI,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap peserta konferensi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas proses konferensi, mulai dari penyampaian laporan pertanggungjawaban hingga pemilihan pengurus baru.
Harapan Pemilihan Pengurus Berkualitas dan Demokratis
Salah satu pesan utama dalam sambutan Ketua PGRI NTT adalah harapan agar pemilihan kepengurusan baru periode 2025–2030 berlangsung demokratis, aman, tertib, dan menghasilkan figur-figur terbaik.
“Saya berharap pemilihan pengurus baru benar-benar berkualitas dan berjalan demokratis. Gunakan hak suara dengan bijaksana. Pilih mereka yang siap bekerja, bukan hanya siap duduk di pengurus,” ujar Samuel.
Ia mengingatkan bahwa dinamika dalam konferensi adalah hal wajar dalam organisasi. Namun demikian, ia menegaskan pentingnya tetap menjaga suasana kondusif dan profesional. Perdebatan, menurutnya, tidak boleh menimbulkan perpecahan, karena tujuan utama organisasi adalah memperjuangkan kepentingan guru dan mutu pendidikan.
Ajakan Menjunjung Tinggi Soliditas dan Solidaritas
Dalam bagian lain sambutannya, Samuel menekankan pentingnya soliditas dan solidaritas antaranggota PGRI. Ia menyebut bahwa kekuatan PGRI terletak pada kebersamaan dan kesediaan seluruh guru untuk saling mendukung.
“PGRI kuat karena persatuan. Kita mungkin berbeda pandangan, tetapi kita semua harus tetap kembali pada satu hati, satu suara, dan satu tujuan, demi guru-guru di Kabupaten Nagekeo,” katanya.
Ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan konferensi sebagai ajang saling menjatuhkan. PGRI, tegasnya, adalah rumah besar bagi seluruh guru, dan setiap kontestasi internal harus diakhiri dengan rekonsiliasi dan kebersamaan.
Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah Daerah
Ketua PGRI NTT juga menyoroti pentingnya hubungan dan komunikasi yang baik antara PGRI dan Pemerintah Kabupaten Nagekeo. Menurutnya, guru memiliki peran strategis dalam mendukung program pendidikan dan pembangunan daerah, sehingga kolaborasi yang harmonis harus terus dijaga.
Ia menekankan profesionalitas, kualitas kinerja, serta komitmen guru terhadap masa depan peserta didik sebagai tanggung jawab moral yang tidak dapat diabaikan.
Mandat Sidang Diserahkan kepada Sekretaris Umum
Usai menyampaikan pokok-pokok pikirannya, Samuel Haning menyerahkan jalannya sidang konferensi kepada Sekretaris Umum PGRI NTT, Uly J. Riwu Kaho. Sekum diberi mandat untuk memimpin seluruh rangkaian sidang dari tahap pertama hingga tahap keempat. Ia mengingatkan agar seluruh peserta bekerja sungguh-sungguh dalam setiap agenda sidang dan mengutamakan persatuan meski terjadi perbedaan pendapat.
Konferensi Dibuka Resmi
Menutup sambutannya, Ketua PGRI NTT menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir langsung di lokasi. Namun ia memastikan bahwa dalam agenda pelantikan kepengurusan baru nanti, ia berkomitmen untuk hadir secara tatap muka. Dengan suara yang tegas, Samuel Haning kemudian menyatakan:
“Dengan ini, Konferensi Kabupaten PGRI Nagekeo Masa Bakti IV Tahun 2020–2025 secara resmi saya nyatakan dibuka. Semoga Tuhan memberkati seluruh rangkaian kegiatan ini.”
Pernyataan resmi tersebut disambut tepuk tangan meriah para peserta. Suasana konferensi menjadi semakin hangat dan penuh optimisme menyongsong proses penyusunan agenda sidang dan pemilihan kepengurusan baru.
Momentum Penting bagi Masa Depan PGRI Nagekeo
Pembukaan Konferensi Kabupaten PGRI Nagekeo ini menandai dimulainya proses demokrasi organisasi yang akan menentukan arah perjalanan PGRI lima tahun mendatang. Para guru dan pengurus yang hadir tampak siap mengikuti setiap tahapan sidang dengan penuh tanggung jawab.
Konkab PGRI Nagekeo bukan hanya forum pergantian pengurus, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat komitmen organisasi dalam memperjuangkan profesionalitas guru, kesejahteraan anggota, serta peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Nagekeo.
Dengan pesan kuat mengenai AD/ART, demokrasi internal, soliditas, dan integritas, konferensi ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa PGRI tetap menjadi pilar perjuangan guru, kokoh, bersatu, dan berwibawa. (Terranusanews/Irminus Deni)




